Pochettino Kesal Chelsea Dikritik Lebih Keras Daripada Liverpool
Pochettino Kesal Chelsea Dikritik Lebih Keras Daripada Liverpool

Manajer Chelsea, Mauricio Pochettino, mengungkapkan rasa cemburunya terhadap perbedaan perlakuan yang dialami timnya setelah kekalahan dari Liverpool. Meskipun Liverpool juga mengalami kekalahan dari Arsenal. Namun Pochettino merasa tidak mendengar kritikan yang sama terhadap Liverpool seperti yang dialaminya setelah kekalahan dari The Reds.

Pochettino merasa heran mengenai perbedaan perlakuan ini dan menyebut bahwa ekspektasi yang berbeda dengan kenyataan membuatnya dan Chelsea mendapat kritikan yang keras. Setelah kalah dari Liverpool, Chelsea mendapat banyak kritikan, terutama terkait performa pemain dan tim secara keseluruhan. Namun, Pochettino merasa bahwa Liverpool tidak mendapat perlakuan yang serupa setelah kekalahan mereka dari Arsenal.

Baca juga: Harry Kane Tunjukkan Potensi Aslinya Bersama Bayern Munich

Dampak Kekalahan dan Kritikan pada Chelsea

Kekalahan Chelsea dari Liverpool telah berdampak pada kepercayaan diri pemain. Kritikan pedas yang ditujukan kepada tim dianggap tidak membantu dalam membangun semangat positif di tim. Pochettino menyatakan bahwa timnya membutuhkan dukungan dan kepercayaan dari para penggemar untuk bisa pulih dari kekalahan tersebut.

Meskipun Chelsea berhasil melaju ke final Carabao Cup dan masih bertahan di Piala FA, performa mereka di Liga Inggris masih belum konsisten. Tim ini sejauh ini telah menderita lebih banyak kekalahan daripada meraih kemenangan dan tercecer di peringkat 11 klasemen. Namun, Pochettino berharap dapat memperbaiki performa timnya dan meminta kesabaran dari penggemar Chelsea.

Mendukung Pochettino dalam Membangun Tim Chelsea

Meskipun tekanan semakin besar terhadap Mauricio Pochettino, beberapa pihak, termasuk mantan pemain dan analis sepakbola Chris Sutton, menyarankan agar Chelsea bersabar dan tidak tergesa-gesa dalam memecatnya. Sutton memandang bahwa menggantikan Pochettino sebagai manajer tidak akan membawa perubahan drastis untuk tim ini.

Sutton juga mengacu pada pengalaman Pochettino di Tottenham Hotspur, di mana ia akhirnya berhasil membangun tim yang kompetitif. Kesabaran terhadap manajer dianggap penting dalam perjalanan membangun sebuah tim. Meskipun Chelsea masih memiliki tantangan besar di Liga Inggris, mempertahankan Pochettino sebagai manajer dapat memberikan stabilitas dan kesempatan untuk perbaikan dalam jangka panjang.

Previous articleHarry Kane Tunjukkan Potensi Aslinya Bersama Bayern Munich
Next articleXavi Mundur, Roberto De Zerbi dan Antonio Conte dalam Radar Barcelona

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here